Mezzanine Club XIII: “Membangun Indonesia Dari Daerah”

info mclub.jpg

Kegiatan yang merupakan rangkaian penyelenggaraan Sidang Tahunan IDB ke-41 yang diselenggarakan di Indonesia ini, akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 16 Mei 2016.

Mengambil tema “Membangun Indonesia Dari Daerah” acara ini akan mendatangkan pembicara yakni Bupati Bantaeng , Bupati Trenggalek dan Presdir PT SMI.

Kamu tertarik untuk ikut, silakan daftar dilink berikut dan catat jadwalnya berikut :

Jakarta Convention Center (Main Stage Exhibition Hall B), 16 Mei 2016.
Registrasi Ulang Pukul 12.30 – 13.00 WIB
Kegiatan Berlangsung Pukul 13.00 s.d. 16.00 WIB

Facebook: facebook.com/MezzanineClubID
Twitter: @MezzanineClubID
Instagram: @MezzanineClubID

 

Penerimaan Widyaiswara BPPK Tahun 2013

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan  Kementerian Keuangan membuka kesempatan bagi PNS yang berminat untuk mengikuti seleksi penerimaan Widyaiswara. Pengumuman selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut:

Pengumuman Penerimaan Widyaiswara Tahun 2013

Daftar Riwayat Hidup

Memboikot Pajak Menghambat Pembangunan

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak setuju terhadap pemikiran mengenai perlunya memboikot pajak. Bulan lalu, Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Cirebon menganjurkan warga memboikot pembayaran pajak manakala uang pajak masih dikorupsi pejabat pajak.

“Itu bukan solusi. Sebaiknya memberi masukan untuk membenahi agar menjadi lebih baik, bukan justru memboikot,” kata Rudy di Balai Kota Solo, beberapa waktu yang lalu. Menurut Rudy, pengganti Joko Widodo alais Jokowi yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, setiap negara pasti memiliki aturan hukum yang berlaku dan wajib ditaati warga negara. Dana yang terkumpul dari pajak, pada dasarnya akan kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan kepada warga negara.

“Rakyat bayar pajak dan rakyat dilayani negara. Selama ini masih dilayani negara atau tidak? Masih ada pelayanan dari negara atau tidak?” kata Rudy. Rudy menekankan, sebagai warga negara yang baik sudah semestinya menunaikan kewajiban untuk membayar pajak. Lanjutkan membaca “Memboikot Pajak Menghambat Pembangunan”

Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu dari Malaysia di Bandara Juanda

Customs Narcotics Team (CNT) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I  berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis Methamphetamine (sabu-sabu) pada Senin (24/12) di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelaku penyelundupan adalah seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia penumpang pesawat Air Asia AK-1390 Jurusan Kuala Lumpur-Surabaya. Berdasarkan analisis dan profiling, petugas melakukan pemeriksaan mendalam melalui mesin X-Ray dan pemeriksaan fisik/badan atas penumpang tersebut, tetapi tidak menemukan benda mencurigakan. Kecurigaan petugas mengarah ke alas kaki yang dipakai pelaku. Hasil pemeriksaan dengan X-Ray terhadap alas kaki pelaku menunjukkan adanya benda mencurigakan dalam alas kaki tersebut. Baca Selengkapnya.

Tidak Semua Lulusan STAN Kerja di Kementerian Keuangan

Image

Selama ini persepsi yang terjadi di masyarakat awam adalah lulusan STAN nantinya akan bekerja di Kementerian Keuangan dan khususnya Pajak Bea Cukai. Persepsi ini yang sekarang perlu diluruskan.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, posisi induknya memang berada di Kementerian Keuangan. Namun, hal ini bukan serta merta semua lulusan STAN ditempatkan di lingkungan Kementerian Keuangan. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan lulusan STAN juga berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebagaimana Lulusan STAN 2011 yang masih hangat-hangatnya penempatan, mereka terbagi dalam 3 kelompok besar penempatan yaitu :

  1. Sebanyak 1607 lulusan ditempatkan pada Kementerian Keuangan dan disebar ke 12 Unit Eselon 1;
  2. Sebanyak 80 lulusan ditempatkan pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK);
  3. Sebanyak 510 lulusan ditempatkan pada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Semoga persebaran lulusan STAN ini membawa dampak yang positif ditengah kasus-kasus yang menimpa alumninya. 

Membangun Morale Pajak

Membangun Morale Pajak

Tulisan berikut adalah karya Rhenald Kasali yang saya salin dari intranet PortalDJP. Sebelumnya, beliau memang menjadi salah satu pembicara pada acara yang diadakan oleh DJP. Selama membaca.

Ketika ribuan orang dan para elite mencaci-maki Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak gara-gara Gayus Tambunan, lenyaplah morale (spirit,kegigihan, dan kegairahan) para pegawai.

Hal yang sama saya rasakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat proses “kriminalisasi” pimpinan berlangsung, mulai dari kasus Antasari sampai Bibit-Chandra. Sayang, pimpinan yang tinggal dua di KPK saat itu terlalu sibuk untuk memikirkan masalah morale ini. Informasi yang saya temui menyebutkan, gangguan psikologis mulai membuat mereka lamban bertindak.

Hal serupa bisa saja terjadi di Ditjen Pajak. Apalagi mantan dirjennya, yang dulu mungkin tak berbuat apa-apa, hampir setiap hari muncul di televisi mencacimaki Ditjen Pajak. Dia merasa Ditjen Pajak dulu lebih baik daripada sekarang. Terhadap ocehan seperti ini, secara kritis saya hanya bisa mengatakan,” Apa kata dunia?” Beruntung, pemerintah segera merumuskan pengganti mereka yang tak kalah cekatannya.

Dan beruntung pula di Ditjen Pajak sudah ada hasil yang memadai dari reformasi birokrasi perpajakan jilid satu yang lalu. Beruntunglah Ditjen Pajak segera bertindak, menyatukan morale yang dipelopori para reformer yang “gerah” dikait-kaitkan dengan Gayus. Apa yang harus dilakukan Ditjen Pajak untuk memperkuat pilar bangsa agar dana pajak dapat terus ditingkatkan dan diamankan dari orang-orang rakus?

Halte Bus Gayus Lanjutkan membaca “Membangun Morale Pajak”

Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga

Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga

Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya.

***

Ia membuat beberapa orang yang bergaul dengannya merasa iri. Sebagian berkomentar, lelaki muda itu telah dekat dengan pintu surga. Beberapa yang lain berpendapat, sungguh beruntung ia merawat ibunda tercinta dengan kualitas maksimal. Namun, Dhana Widyatmika (33 tahun), putra pertama dari Ibu Sundari (59 tahun) itu hanya berucap, apa yang ia lakukan biasa-biasa saja.

“Saya tidak pernah merasa ini sesuatu yang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini kewajiban. Saya yakin semua anak juga akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Ditemui di sela-sela rutinitasnya menjaga dan menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah, Dhana mengisahkan, selama tiga belas tahun ini, ibu menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Ujian Bertubi-tubi Lanjutkan membaca “Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga”

[RESMI]Penempatan Lulusan 2011

Berikut kami sampaikan Surat Keputusan tentang Penempatan Lulusan STAN Tahun 2011 di lingkungan Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.

Surat Keputusan Sekretaris Jenderal.

Surat Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Lampiran :